Menelusuri Pohon Tertua di Kebun Raya Bogor: Warisan Botani yang Mendunia

Di balik rindangnya Kebun Raya Bogor, tersimpan satu pohon legendaris yang jarang diketahui pengunjung: pohon pala jantan (Myristica fragrans) yang ditanam pada 1817. Pohon ini diyakini sebagai salah satu pohon pala tertua di Asia Tenggara, bahkan dunia. Seperti apa sejarah dan keistimewaannya?

Sumber: Website min.co.id

Kebun Raya Bogor didirikan secara resmi pada 18 Mei 1817 oleh ahli botani Jerman, Caspar Georg Carl Reinwardt, atas perintah pemerintah Hindia Belanda. Awalnya, kebun ini digunakan sebagai pusat penelitian tanaman-tanaman tropis yang dianggap memiliki nilai ekonomi tinggi. Tidak hanya sebagai taman, Kebun Raya menjadi pusat pengumpulan, konservasi, dan penelitian flora dari berbagai penjuru nusantara maupun negara lain.

Salah satu tanaman yang ditanam pada awal pembukaan Kebun Raya Bogor adalah pohon pala jantan. Tanaman pala memang memiliki nilai penting pada masa kolonial, karena pala dan fuli (selaput biji pala) termasuk rempah-rempah mahal yang menjadi incaran bangsa Eropa sejak abad ke-16.

Pohon Pala Jantan: Tua, Langka, dan Bersejarah

Pohon pala yang dimaksud bukan sembarang pohon. Spesies Myristica fragrans yang berasal dari Maluku ini dikenal sebagai penghasil biji pala yang digunakan sebagai bumbu dan obat. Namun, tidak semua pohon pala berbuah: pohon pala jantan hanya menghasilkan bunga, sedangkan pohon betina yang menghasilkan buah pala yang dikenal luas.

Meski begitu, keberadaan pohon pala jantan di Kebun Raya Bogor sangat penting. Menurut catatan, pohon ini ditanam pada masa awal berdirinya kebun, menjadikannya berusia lebih dari 200 tahun. Usia ini membuatnya menjadi salah satu spesimen pala tertua yang masih hidup di Asia Tenggara, bahkan termasuk tertua di dunia yang terdokumentasi dengan baik.

Apa menariknya? Pohon ini menjadi saksi bisu perjalanan sejarah botani Indonesia, mulai dari era kolonial, kemerdekaan, hingga masa kini. Ia berdiri tegak di antara ribuan spesies lain, menyimpan cerita panjang tentang eksplorasi tanaman tropis di Nusantara.

Peran Kebun Raya Bogor dalam Konservasi

Selain pohon pala, Kebun Raya Bogor juga memiliki koleksi lebih dari 13.000 spesies tumbuhan, termasuk tanaman langka seperti anggrek hitam, bunga bangkai (Amorphophallus titanum), hingga berbagai jenis palem dan pakis.

Kebun Raya tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata, tetapi juga pusat konservasi, penelitian, dan pendidikan. Banyak penelitian ilmiah di bidang botani, ekologi, dan konservasi dilakukan di sini. Para ilmuwan mempelajari cara menjaga keberlanjutan tanaman-tanaman langka, termasuk pohon pala jantan, yang secara alami menghadapi tantangan perubahan iklim dan kerusakan habitat.

Mengapa Perlu Dilestarikan?

Pohon-pohon tua seperti pala jantan bukan hanya menarik dari segi usia, tetapi juga memiliki nilai genetik penting. Mereka menyimpan keragaman genetik yang mungkin sudah hilang di alam liar. Pohon pala jantan di Kebun Raya Bogor, misalnya, menjadi referensi penting dalam riset bioteknologi, pemuliaan tanaman, hingga pemahaman sejarah persebaran rempah-rempah di Asia Tenggara.

Lebih dari itu, keberadaan pohon ini menjadi simbol pentingnya konservasi di era modern. Di tengah gempuran pembangunan dan alih fungsi lahan, pelestarian tanaman tua seperti ini menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak boleh mengorbankan warisan alam.

Catatan untuk Pengunjung

Bagi Anda yang berkunjung ke Kebun Raya Bogor, cobalah sesekali tidak hanya berfoto di taman atau menikmati piknik, tetapi juga menyusuri jalur-jalur edukasi yang ada. Tanyakan pada petugas tentang pohon-pohon tua dan bersejarah, seperti pohon pala jantan ini. Anda bisa menemukan papan informasi yang menjelaskan sejarah singkatnya, atau bahkan ikut tur khusus yang disediakan untuk mengenal koleksi tertua di kebun.

Dengan mengenal lebih dekat, kita ikut merawat kesadaran akan pentingnya menjaga warisan botani ini. Sebab, jika bukan kita yang peduli, siapa lagi?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gunung Batu Jonggol: Si Mungil yang Menantang Nyali Pendaki

Suara Perempuan di Panggung Musik: Band-Band Asal Bogor dengan Vokalis Perempuan

Suwarsih Djojopuspito: Sastrawan Perempuan Bogor yang Jarang Diketahui